#sosoksirah Instagram Photos & Videos

Hashtag Popularity

1
average comments
13.2
average likes
@afrizahanifa Profile picture

@afrizahanifa

#Repost @berkisahsirah (@get_repost)
・・・
Halimah binti Abi Dzuaib As-Sa’diyah memang sudah ditakdirkan menjadi ibu susu nabi. Kisahnya bermula ketika ia dan rombongan ibu-ibu desa datang ke Makkah mencari anak yang akan disusui dan dibawa ke rumah-rumah mereka di pegunungan.

Ketika semua ibu telah mendapatkan bayi susuan, hanya Halimah yang belum menimang satu bayi pun. Sementara itu, Rasulullah pun menjadi bayi tersisa karena para ibu desa menolak mengasuh beliau hanya karena status nabi sebagai anak yatim. Halimah pun termasuk yang menolaknya. Namun akhirnya, karena tak ada bayi tersisa, dan atas takdir Allah, Halimah pun menerima Muhammad bayi.

Begitu menimang nabi bayi, Halimah langsung jatuh hati. Tumbuh rasa cinta kasih pada hatinya saat melihat bayi yang begitu bercahaya wajahnya. Ketika dibawa ke desa, ternyata Muhammad bayi membawa keberkahan tak terkira. Unta tua yang membawa mereka tiba-tiba dapat kuat berjalan dan memancarkan air susu yang banyak.

Rasa cinta Halimah pun makin besar kepada Muhammad bayi. Bahkan suaminya dan anak-anaknya juga turut serta mencintai nabi. Selama Rasulullah bayi diasuh keluarga Halimah, tak pernah sekali pun keluarga tersebut kekurangan karena hewan-hewan ternak mereka mengeluarkan susu perah yang sangat banyak setiap hari. Masya Allah.

Dua tahun berlalu, saatnya Rasulullah bayi dikembalikan ke Makkah. Halimah dan keluarganya amat berduka. Ia pun kemudian memohon dengan sangat kepada Aminah agar dapat membawa kembali Rasulullah ke desa. Aminah pun dengan berat hati menyetujuinya. Lagi pula Halimah selalu rutin ke Makkah untuk mempertemukan Rasulullah bayi kepada keluarga kandungnya.

Rasulullah pun tinggal kembali kepada keluarga Halimah di desa hingga usia beliau 4 tahun. Halimah dengan rela mengembalikan Muhammad ke Makkah setelah peristiwa pembelahan dada. Ia begitu khawatir karena sempat mengira Rasulullah kecil telah tiada.

Muhammad kecil pun kemudian hidup bersama ibunya, Aminah. Namun ternyata kebahagiaan bersama ibu kandung tak berlangsung lama karena Aminah telah mendekati waktu ajalnya. Beliau tinggal bersama ibunda dalam waktu dua tahun saja.

#berkisahsirah #sosoksirah #sirahnabawi #sirahnabawiyyah #sirah

#Repost @berkisahsirah (@get_repost)
・・・
Halimah binti Abi Dzuaib As-Sa’diyah memang sudah ditakdirkan menjadi ibu susu nabi. Kisahnya bermula ketika ia dan rombongan ibu-ibu desa datang ke Makkah mencari anak yang akan disusui dan dibawa ke rumah-rumah mereka di pegunungan.

Ketika semua ibu telah mendapatkan bayi susuan, hanya Halimah yang belum menimang satu bayi pun. Sementara itu, Rasulullah pun menjadi bayi tersisa karena para ibu desa menolak mengasuh beliau hanya karena status nabi sebagai anak yatim. Halimah pun termasuk yang menolaknya. Namun akhirnya, karena tak ada bayi tersisa, dan atas takdir Allah, Halimah pun menerima Muhammad bayi.

Begitu menimang nabi bayi, Halimah langsung jatuh hati. Tumbuh rasa cinta kasih pada hatinya saat melihat bayi yang begitu bercahaya wajahnya. Ketika dibawa ke desa, ternyata Muhammad bayi membawa keberkahan tak terkira. Unta tua yang membawa mereka tiba-tiba dapat kuat berjalan dan memancarkan air susu yang banyak.

Rasa cinta Halimah pun makin besar kepada Muhammad bayi. Bahkan suaminya dan anak-anaknya juga turut serta mencintai nabi. Selama Rasulullah bayi diasuh keluarga Halimah, tak pernah sekali pun keluarga tersebut kekurangan karena hewan-hewan ternak mereka mengeluarkan susu perah yang sangat banyak setiap hari. Masya Allah.

Dua tahun berlalu, saatnya Rasulullah bayi dikembalikan ke Makkah. Halimah dan keluarganya amat berduka. Ia pun kemudian memohon dengan sangat kepada Aminah agar dapat membawa kembali Rasulullah ke desa. Aminah pun dengan berat hati menyetujuinya. Lagi pula Halimah selalu rutin ke Makkah untuk mempertemukan Rasulullah bayi kepada keluarga kandungnya.

Rasulullah pun tinggal kembali kepada keluarga Halimah di desa hingga usia beliau 4 tahun. Halimah dengan rela mengembalikan Muhammad ke Makkah setelah peristiwa pembelahan dada. Ia begitu khawatir karena sempat mengira Rasulullah kecil telah tiada.

Muhammad kecil pun kemudian hidup bersama ibunya, Aminah. Namun ternyata kebahagiaan bersama ibu kandung tak berlangsung lama karena Aminah telah mendekati waktu ajalnya. Beliau tinggal bersama ibunda dalam waktu dua tahun saja.

#berkisahsirah #sosoksirah #sirahnabawi #sirahnabawiyyah #sirah
4 0 20 August, 2018
@berkisahsirah Profile picture

@berkisahsirah

Jakarta

Halimah binti Abi Dzuaib As-Sa’diyah memang sudah ditakdirkan menjadi ibu susu nabi. Kisahnya bermula ketika ia dan rombongan ibu-ibu desa datang ke Makkah mencari anak yang akan disusui dan dibawa ke rumah-rumah mereka di pegunungan.

Ketika semua ibu telah mendapatkan bayi susuan, hanya Halimah yang belum menimang satu bayi pun. Sementara itu, Rasulullah pun menjadi bayi tersisa karena para ibu desa menolak mengasuh beliau hanya karena status nabi sebagai anak yatim. Halimah pun termasuk yang menolaknya. Namun akhirnya, karena tak ada bayi tersisa, dan atas takdir Allah, Halimah pun menerima Muhammad bayi.

Begitu menimang nabi bayi, Halimah langsung jatuh hati. Tumbuh rasa cinta kasih pada hatinya saat melihat bayi yang begitu bercahaya wajahnya. Ketika dibawa ke desa, ternyata Muhammad bayi membawa keberkahan tak terkira. Unta tua yang membawa mereka tiba-tiba dapat kuat berjalan dan memancarkan air susu yang banyak.

Rasa cinta Halimah pun makin besar kepada Muhammad bayi. Bahkan suaminya dan anak-anaknya juga turut serta mencintai nabi. Selama Rasulullah bayi diasuh keluarga Halimah, tak pernah sekali pun keluarga tersebut kekurangan karena hewan-hewan ternak mereka mengeluarkan susu perah yang sangat banyak setiap hari. Masya Allah.

Dua tahun berlalu, saatnya Rasulullah bayi dikembalikan ke Makkah. Halimah dan keluarganya amat berduka. Ia pun kemudian memohon dengan sangat kepada Aminah agar dapat membawa kembali Rasulullah ke desa. Aminah pun dengan berat hati menyetujuinya. Lagi pula Halimah selalu rutin ke Makkah untuk mempertemukan Rasulullah bayi kepada keluarga kandungnya.

Rasulullah pun tinggal kembali kepada keluarga Halimah di desa hingga usia beliau 4 tahun. Halimah dengan rela mengembalikan Muhammad ke Makkah setelah peristiwa pembelahan dada. Ia begitu khawatir karena sempat mengira Rasulullah kecil telah tiada.

Muhammad kecil pun kemudian hidup bersama ibunya, Aminah. Namun ternyata kebahagiaan bersama ibu kandung tak berlangsung lama karena Aminah telah mendekati waktu ajalnya. Beliau tinggal bersama ibunda dalam waktu dua tahun saja.

#berkisahsirah #sosoksirah

Halimah binti Abi Dzuaib As-Sa’diyah memang sudah ditakdirkan menjadi ibu susu nabi. Kisahnya bermula ketika ia dan rombongan ibu-ibu desa datang ke Makkah mencari anak yang akan disusui dan dibawa ke rumah-rumah mereka di pegunungan.

Ketika semua ibu telah mendapatkan bayi susuan, hanya Halimah yang belum menimang satu bayi pun. Sementara itu, Rasulullah pun menjadi bayi tersisa karena para ibu desa menolak mengasuh beliau hanya karena status nabi sebagai anak yatim. Halimah pun termasuk yang menolaknya. Namun akhirnya, karena tak ada bayi tersisa, dan atas takdir Allah, Halimah pun menerima Muhammad bayi.

Begitu menimang nabi bayi, Halimah langsung jatuh hati. Tumbuh rasa cinta kasih pada hatinya saat melihat bayi yang begitu bercahaya wajahnya. Ketika dibawa ke desa, ternyata Muhammad bayi membawa keberkahan tak terkira. Unta tua yang membawa mereka tiba-tiba dapat kuat berjalan dan memancarkan air susu yang banyak.

Rasa cinta Halimah pun makin besar kepada Muhammad bayi. Bahkan suaminya dan anak-anaknya juga turut serta mencintai nabi. Selama Rasulullah bayi diasuh keluarga Halimah, tak pernah sekali pun keluarga tersebut kekurangan karena hewan-hewan ternak mereka mengeluarkan susu perah yang sangat banyak setiap hari. Masya Allah.

Dua tahun berlalu, saatnya Rasulullah bayi dikembalikan ke Makkah. Halimah dan keluarganya amat berduka. Ia pun kemudian memohon dengan sangat kepada Aminah agar dapat membawa kembali Rasulullah ke desa. Aminah pun dengan berat hati menyetujuinya. Lagi pula Halimah selalu rutin ke Makkah untuk mempertemukan Rasulullah bayi kepada keluarga kandungnya.

Rasulullah pun tinggal kembali kepada keluarga Halimah di desa hingga usia beliau 4 tahun. Halimah dengan rela mengembalikan Muhammad ke Makkah setelah peristiwa pembelahan dada. Ia begitu khawatir karena sempat mengira Rasulullah kecil telah tiada.

Muhammad kecil pun kemudian hidup bersama ibunya, Aminah. Namun ternyata kebahagiaan bersama ibu kandung tak berlangsung lama karena Aminah telah mendekati waktu ajalnya. Beliau tinggal bersama ibunda dalam waktu dua tahun saja.

#berkisahsirah #sosoksirah
16 1 15 August, 2018
@afrizahanifa Profile picture

@afrizahanifa

#Repost @berkisahsirah (@get_repost)
・・・
Selain disusui Ummu Aiman, Rasulullah bayi juga pernah disusui oleh Tsuwaibah, bekas budak Abu Lahab. Dalam Ar Rahiq Al Makhtum disebutkan, beliau shalallallahu ‘alaihi wasallam disusui selama satu pekan.

Tsuwaibah menyusui Rasulullah bayi saat ia memiliki bayi pula bernama Masruh. Ia sering kali menjadi ibu susu di keluarga besar Rasulullah. Selain menyusui putra-putri Abu Lahab, ia juga menjadi ibu susu bagi sepupu Rasulullah, Hamzah bin ‘Abdul Muthalib.

Ada banyak pendapat mengenai status budak Tsuwaibah. Beberapa menuturkan, ia dibebaskan setelah menyusui Rasulullah. Ada pula yang menyebutkan, ia dibebaskan sebelum menyusui nabi. Bahkan ada pula yang menuturkan, Tsuwaibah dibebaskan Abu Lahab karena tuannya merasa gembira atas kelahiran Muhammad.

Sebagaimana diketahui, meski kelak Abu Lahab menjadi musuh terdepan dakwah nabi, ia masih memiliki hubungan kerabat dekat dengan Rasulullah. Ia merupakan salah satu paman yang menyambut kelahiran Muhammad. Karena itu pula, ia ‘menghadiakan’ Tsuwaibah untuk membantu Aminah.

Shahabat Rasulullah, Urwah bin Zubair pernah berkata, “Tsuwaibah adalah budak yang telah dimerdekakan oleh Abu Lahab, ia menyusui Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Setelah Abu Lahab meninggal dunia, beberapa keluarganya melihat Abu Lahab dalam mimpi bahwa keadaannya (Abu Lahab) begitu buruk. Sewaktu dia ditanya, “Apa yang telah kamu temukan?” Dia menjawab, “Saya tidak menemukan sesuatu pun setelah kamu. Hanya saja saya telah mendapatkan minuman sebagai balasan dari memerdekakan Tsuwaibah.” (HR. Al Bukhari). Allahu akbar! Abu Lahab mendapat seteguk air di kedalaman neraka karena memerdekakan ibu susu nabi.

Lalu bagaimana hubungan Tsuwaibah dengan Rasulullah?

Sebagaimana kepada Ummu Aiman, Rasulullah juga sangat menghormati dan memuliakan Tsuwaibah layaknya ibu sendiri. Beliau sering kali menjenguknya. Bahkan saat nabi telah menikah dengan Khadijah, beliau pula masih menemui sang ibu susu, Tsuwaibah.

Wallahu ‘alam.

#berkisahsirah #sirahnabawi #sirahnabawiyyah #sirahnabi #rasulullah #cintarasul #nabi #rasul #kisah #ibususu #tsuwaibah #shahabiyyah #wanitaislam #sosoksirah #muslimah #sirah #sejarah #st

#Repost @berkisahsirah (@get_repost)
・・・
Selain disusui Ummu Aiman, Rasulullah bayi juga pernah disusui oleh Tsuwaibah, bekas budak Abu Lahab. Dalam Ar Rahiq Al Makhtum disebutkan, beliau shalallallahu ‘alaihi wasallam disusui selama satu pekan.

Tsuwaibah menyusui Rasulullah bayi saat ia memiliki bayi pula bernama Masruh. Ia sering kali menjadi ibu susu di keluarga besar Rasulullah. Selain menyusui putra-putri Abu Lahab, ia juga menjadi ibu susu bagi sepupu Rasulullah, Hamzah bin ‘Abdul Muthalib.

Ada banyak pendapat mengenai status budak Tsuwaibah. Beberapa menuturkan, ia dibebaskan setelah menyusui Rasulullah. Ada pula yang menyebutkan, ia dibebaskan sebelum menyusui nabi. Bahkan ada pula yang menuturkan, Tsuwaibah dibebaskan Abu Lahab karena tuannya merasa gembira atas kelahiran Muhammad.

Sebagaimana diketahui, meski kelak Abu Lahab menjadi musuh terdepan dakwah nabi, ia masih memiliki hubungan kerabat dekat dengan Rasulullah. Ia merupakan salah satu paman yang menyambut kelahiran Muhammad. Karena itu pula, ia ‘menghadiakan’ Tsuwaibah untuk membantu Aminah.

Shahabat Rasulullah, Urwah bin Zubair pernah berkata, “Tsuwaibah adalah budak yang telah dimerdekakan oleh Abu Lahab, ia menyusui Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Setelah Abu Lahab meninggal dunia, beberapa keluarganya melihat Abu Lahab dalam mimpi bahwa keadaannya (Abu Lahab) begitu buruk. Sewaktu dia ditanya, “Apa yang telah kamu temukan?” Dia menjawab, “Saya tidak menemukan sesuatu pun setelah kamu. Hanya saja saya telah mendapatkan minuman sebagai balasan dari memerdekakan Tsuwaibah.” (HR. Al Bukhari). Allahu akbar! Abu Lahab mendapat seteguk air di kedalaman neraka karena memerdekakan ibu susu nabi.

Lalu bagaimana hubungan Tsuwaibah dengan Rasulullah?

Sebagaimana kepada Ummu Aiman, Rasulullah juga sangat menghormati dan memuliakan Tsuwaibah layaknya ibu sendiri. Beliau sering kali menjenguknya. Bahkan saat nabi telah menikah dengan Khadijah, beliau pula masih menemui sang ibu susu, Tsuwaibah.

Wallahu ‘alam.

#berkisahsirah #sirahnabawi #sirahnabawiyyah #sirahnabi #rasulullah #cintarasul #nabi #rasul #kisah #ibususu #tsuwaibah #shahabiyyah #wanitaislam #sosoksirah #muslimah #sirah #sejarah #st
2 0 15 August, 2018
@berkisahsirah Profile picture

@berkisahsirah

Jakarta

Selain disusui Ummu Aiman, Rasulullah bayi juga pernah disusui oleh Tsuwaibah, bekas budak Abu Lahab. Dalam Ar Rahiq Al Makhtum disebutkan, beliau shalallallahu ‘alaihi wasallam disusui selama satu pekan.

Tsuwaibah menyusui Rasulullah bayi saat ia memiliki bayi pula bernama Masruh. Ia sering kali menjadi ibu susu di keluarga besar Rasulullah. Selain menyusui putra-putri Abu Lahab, ia juga menjadi ibu susu bagi paman Rasulullah, Hamzah bin ‘Abdul Muthalib.

Ada banyak pendapat mengenai status budak Tsuwaibah. Beberapa menuturkan, ia dibebaskan setelah menyusui Rasulullah. Ada pula yang menyebutkan, ia dibebaskan sebelum menyusui nabi. Bahkan ada pula yang menuturkan, Tsuwaibah dibebaskan Abu Lahab karena tuannya merasa gembira atas kelahiran Muhammad.

Sebagaimana diketahui, meski kelak Abu Lahab menjadi musuh terdepan dakwah nabi, ia masih memiliki hubungan kerabat dekat dengan Rasulullah. Ia merupakan salah satu paman yang menyambut kelahiran Muhammad. Karena itu pula, ia ‘menghadiakan’ Tsuwaibah untuk membantu Aminah.

Shahabat Rasulullah, Urwah bin Zubair pernah berkata, “Tsuwaibah adalah budak yang telah dimerdekakan oleh Abu Lahab, ia menyusui Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Setelah Abu Lahab meninggal dunia, beberapa keluarganya melihat Abu Lahab dalam mimpi bahwa keadaannya (Abu Lahab) begitu buruk. Sewaktu dia ditanya, “Apa yang telah kamu temukan?” Dia menjawab, “Saya tidak menemukan sesuatu pun setelah kamu. Hanya saja saya telah mendapatkan minuman sebagai balasan dari memerdekakan Tsuwaibah.” (HR. Al Bukhari). Allahu akbar! Abu Lahab mendapat seteguk air di kedalaman neraka karena memerdekakan ibu susu nabi.

Lalu bagaimana hubungan Tsuwaibah dengan Rasulullah?

Sebagaimana kepada Ummu Aiman, Rasulullah juga sangat menghormati dan memuliakan Tsuwaibah layaknya ibu sendiri. Beliau sering kali menjenguknya. Bahkan saat nabi telah menikah dengan Khadijah, beliau pula masih menemui sang ibu susu, Tsuwaibah.

Wallahu ‘alam.

#berkisahsirah #sirahnabawi #sirahnabawiyyah #sirahnabi #rasulullah #cintarasul #nabi #rasul #kisah #ibususu #tsuwaibah #shahabiyyah #wanitaislam #sosoksirah #muslimah #sirah #sejarah #story #history #timeline #berkisah

Selain disusui Ummu Aiman, Rasulullah bayi juga pernah disusui oleh Tsuwaibah, bekas budak Abu Lahab. Dalam Ar Rahiq Al Makhtum disebutkan, beliau shalallallahu ‘alaihi wasallam disusui selama satu pekan.

Tsuwaibah menyusui Rasulullah bayi saat ia memiliki bayi pula bernama Masruh. Ia sering kali menjadi ibu susu di keluarga besar Rasulullah. Selain menyusui putra-putri Abu Lahab, ia juga menjadi ibu susu bagi paman Rasulullah, Hamzah bin ‘Abdul Muthalib.

Ada banyak pendapat mengenai status budak Tsuwaibah. Beberapa menuturkan, ia dibebaskan setelah menyusui Rasulullah. Ada pula yang menyebutkan, ia dibebaskan sebelum menyusui nabi. Bahkan ada pula yang menuturkan, Tsuwaibah dibebaskan Abu Lahab karena tuannya merasa gembira atas kelahiran Muhammad.

Sebagaimana diketahui, meski kelak Abu Lahab menjadi musuh terdepan dakwah nabi, ia masih memiliki hubungan kerabat dekat dengan Rasulullah. Ia merupakan salah satu paman yang menyambut kelahiran Muhammad. Karena itu pula, ia ‘menghadiakan’ Tsuwaibah untuk membantu Aminah.

Shahabat Rasulullah, Urwah bin Zubair pernah berkata, “Tsuwaibah adalah budak yang telah dimerdekakan oleh Abu Lahab, ia menyusui Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Setelah Abu Lahab meninggal dunia, beberapa keluarganya melihat Abu Lahab dalam mimpi bahwa keadaannya (Abu Lahab) begitu buruk. Sewaktu dia ditanya, “Apa yang telah kamu temukan?” Dia menjawab, “Saya tidak menemukan sesuatu pun setelah kamu. Hanya saja saya telah mendapatkan minuman sebagai balasan dari memerdekakan Tsuwaibah.” (HR. Al Bukhari). Allahu akbar! Abu Lahab mendapat seteguk air di kedalaman neraka karena memerdekakan ibu susu nabi.

Lalu bagaimana hubungan Tsuwaibah dengan Rasulullah?

Sebagaimana kepada Ummu Aiman, Rasulullah juga sangat menghormati dan memuliakan Tsuwaibah layaknya ibu sendiri. Beliau sering kali menjenguknya. Bahkan saat nabi telah menikah dengan Khadijah, beliau pula masih menemui sang ibu susu, Tsuwaibah.

Wallahu ‘alam.

#berkisahsirah #sirahnabawi #sirahnabawiyyah #sirahnabi #rasulullah #cintarasul #nabi #rasul #kisah #ibususu #tsuwaibah #shahabiyyah #wanitaislam #sosoksirah #muslimah #sirah #sejarah #story #history #timeline #berkisah
20 3 14 August, 2018
@berkisahsirah Profile picture

@berkisahsirah

Jakarta

Bukan hanya Halimah, Rasulullah memiliki dua ibu susu lain loh. Selama ini yang terkenal hanyalah Halimah As Sa’diyah, karena Halimah lah yang paing lama merawat Rasulullah. Namun sebelum disusui Halimah, Rasulullah pernah mendapat cinta dari dua ibu susu lain, salah satunya yaitu Ummu Aiman. Yuk kenal lebih dekat sosok ibu susu nabi.

1. Ummu Aiman

Ummu Aiman merupakan budak sekaligus shahabat ibunda Rasulullah, Aminah. Beliau tahu betul perjuangan ibunda nabi tanpa suami, bahkan menemaninya safar bersama Rasulullah kecil yang menjadi momen terakhir kehidupan ibunda nabi.

Jika ada satu momen yang paling dikenang Ummu Aiman, mungkin itu adalah saat Aminah melahirkan bayi kecil bernama Muhammad. Ketika Rasulullah terlahir ke dunia, Ummu Aiman turut serta mengasuh bayi istimewa tersebut. Ia menyusui Rasulullah bayi selama tiga atau tujuh hari.

Ummu Aiman amat sangat menyayangi Rasulullah layaknya putranya sendiri. Hingga Rasulullah dewasa, ia pun masih menyayanginya. Sebaliknya, Rasulullah juga selalu mengunjungi Ummu Aiman secara rutin layaknya ibu sendiri. Beliau ‘shallallahu ‘alaihi wasallam kemudian membebaskan Ummu Aiman dari perbudakan.

Ketika Islam datang, Ummu Aiman menjadi salah satu yang beriman. Wanita Habasyah tersebut bahkan menikah dengan salah satu shahabat Rasulullah, Zaid bin Haritsah.

Saat Rasulullah wafat, Ummu Aiman terus saja menangis tersedu-sedu. Ketika dikatakan kepadanya, “Apa yang membuatmu menangis wahai Ummu Aiman? Sedangkan apa yang ada di sisi Allah lebih baik bagi Rasulullah.” Kemudian Ummu Aiman menjawab, “Aku menangis, bukan karena aku tidak tahu bahwa apa yang ada di sisi Allah lebih baik bagi Rasulullah. Tetapi aku menangis karena wahyu telah terputus dari langit.” (HR. Muslim). Ummu Aiman kemudian meinggal berselang lima bulan setelah wafatnya Rasulullah. Ummu Aiman radhiyallahu ‘anha, semoga Allah menjadikannya salah satu bidadari surga yang jelita.
#berkisahsirah #sirahnabawi #sirahnabawiyyah #sirahnabi #rasulullah #cintarasul #nabi #rasul #kisah #ibususu #ummuaiman #shahabiyyah #wanitaislam #sosok #muslimah #sirah #sejarah #timeline #berkisah #mendongeng #berkisahbukanmendongeng #berkisahuntukanak #sosoksirah

Bukan hanya Halimah, Rasulullah memiliki dua ibu susu lain loh. Selama ini yang terkenal hanyalah Halimah As Sa’diyah, karena Halimah lah yang paing lama merawat Rasulullah. Namun sebelum disusui Halimah, Rasulullah pernah mendapat cinta dari dua ibu susu lain, salah satunya yaitu Ummu Aiman. Yuk kenal lebih dekat sosok ibu susu nabi.

1. Ummu Aiman

Ummu Aiman merupakan budak sekaligus shahabat ibunda Rasulullah, Aminah. Beliau tahu betul perjuangan ibunda nabi tanpa suami, bahkan menemaninya safar bersama Rasulullah kecil yang menjadi momen terakhir kehidupan ibunda nabi.

Jika ada satu momen yang paling dikenang Ummu Aiman, mungkin itu adalah saat Aminah melahirkan bayi kecil bernama Muhammad. Ketika Rasulullah terlahir ke dunia, Ummu Aiman turut serta mengasuh bayi istimewa tersebut. Ia menyusui Rasulullah bayi selama tiga atau tujuh hari.

Ummu Aiman amat sangat menyayangi Rasulullah layaknya putranya sendiri. Hingga Rasulullah dewasa, ia pun masih menyayanginya. Sebaliknya, Rasulullah juga selalu mengunjungi Ummu Aiman secara rutin layaknya ibu sendiri. Beliau ‘shallallahu ‘alaihi wasallam kemudian membebaskan Ummu Aiman dari perbudakan.

Ketika Islam datang, Ummu Aiman menjadi salah satu yang beriman. Wanita Habasyah tersebut bahkan menikah dengan salah satu shahabat Rasulullah, Zaid bin Haritsah.

Saat Rasulullah wafat, Ummu Aiman terus saja menangis tersedu-sedu. Ketika dikatakan kepadanya, “Apa yang membuatmu menangis wahai Ummu Aiman? Sedangkan apa yang ada di sisi Allah lebih baik bagi Rasulullah.” Kemudian Ummu Aiman menjawab, “Aku menangis, bukan karena aku tidak tahu bahwa apa yang ada di sisi Allah lebih baik bagi Rasulullah. Tetapi aku menangis karena wahyu telah terputus dari langit.” (HR. Muslim). Ummu Aiman kemudian meinggal berselang lima bulan setelah wafatnya Rasulullah. Ummu Aiman radhiyallahu ‘anha, semoga Allah menjadikannya salah satu bidadari surga yang jelita. 
#berkisahsirah #sirahnabawi #sirahnabawiyyah #sirahnabi #rasulullah #cintarasul #nabi #rasul #kisah #ibususu #ummuaiman #shahabiyyah #wanitaislam #sosok #muslimah #sirah #sejarah #timeline #berkisah #mendongeng #berkisahbukanmendongeng #berkisahuntukanak #sosoksirah
24 1 13 August, 2018

Top #sosoksirah posts